SIASATNUSANTARA.COM – LANGKAT | Kasus kematian Steven Arrya Sitorus, seorang pelajar yang masih berusia 18 tahun yang ditemukan meninggal dunia di pemandian objek wisata Tangkahan Pulau 7 Dusun Kwala Bulu, Desa Namo Sialang, Kecamtan Batang Serangan, Kab. Langkat pada Senin (1/6/2026) hingga saat ini masih menjadi misteri pihak keluarga.
Pasalnya, pada saat Steven Arrya Sitorus (korban) ditemukan meninggal dunia, kondisi badannya penuh luka lembam dan memar. Hingga akhirnya pihak keluarga meminta agar kasus Steven Arrya Sitorus harus diselidiki kembali oleh pihak Polsek Padang Tualang, Polres Langkat.
Namun sayangnya, pihak Polsek Padang Tualang tampaknya tidak serius menangani kembali kematian Steven Arrya Sitorus. Padahal, secara resmi pihak keluarga telah membuat laporan Pokisi sesuai dengan Nomor LP/B/103/VI/2026/Polsek PD. Tualang/Polres Langkat/Polda Sumut.
“Kami sudah siap mayat anak saya dibongkar kembali untuk dilakukan otopsi, masalahnya sampai saat ini pihak Polssk Padang Tualang belum juga menindak lanjuti laporan saya. Kalau memang anak saya murni meninggal akibat hanyut disungai kami ikhlas, tapi kalau meninggal akibat adanya penganiayaan, kami minta segera diusut kembali,” ucap Armina Dwi Farida Siagian, orangtua dari Steven.
“Kami (keluarga) melihat banyak kejaggalan atas kematian anak saya, karena banyak luka lembam dan memar ditubuh anak saya. Tempurung kepala anak saya masuk ke dalam, hidung dan mulut keluar darah, leher, punggung, pergelangan tangan dan kedua kaki lembam dan kedua tangan luka lecet. Makanya saya dan keluarga yakin kematian anak saya ini tidak wajar,” ungkap Armina kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Peristiwa tewasnya Stevan terjadi saat ia bersama beberapa temannya mendatangi objek wisata Tangkahan pada Minggu (31/5/2026).
Saat sedang asik mandi-mandi, tiba-tibanya sore harinya, pihak keluarga dikejutkan dengan kabar bahwa Steven hanyut di sungai Tangkahan.
Mendapat kabar tersebut, pihak keluarga langsung bergegas pergi ke lokasi. Dibantu warga dan petugas, hari itu juga dilakukan pencarian.
Akhirnya, pada Senin (1/6/2026) pagi, jenazah korban berhasil ditemukan. Selanjutnya jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit hingga akhirnya diserahkan sama keluarga untuk disemayamkan. (Red)









