Noel Ingatkan Prabowo: Juni–Juli Jadi Momen Krusial, Potensi Gejolak Politik Menguat

Siasatnusantara.com – Jakarta || Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, yang kini berstatus terdakwa kasus korupsi sertifikasi K3, melontarkan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto terkait potensi gejolak politik dan sosial dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam keterangannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/6/2026), Noel menyebut bulan Juni–Juli sebagai periode krusial yang bisa menjadi pemicu eskalasi politik. Ia bahkan menyinggung kemungkinan terjadinya “98 jilid dua” jika pemerintah tidak segera mengantisipasi.

“Dalam bulan Juni–Juli ini akan ada peristiwa besar. Konsolidasi sipil, mahasiswa, buruh sudah selesai dan matang. Tinggal satu pemicu, dan ujungnya bisa menggulingkan pemerintahan Prabowo,” ujar Noel.

Noel juga menyoroti kondisi ekonomi sebagai indikator gejolak sosial. Menurutnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah serta indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terpuruk menjadi tanda-tanda keresahan masyarakat.

Selain itu, ia menyinggung penetapan tersangka terhadap sejumlah pejabat, termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Silmy Karim, sebagai bagian dari dinamika politik yang bisa memperburuk situasi.

Meski statusnya sebagai terpidana membuat pernyataannya kontroversial, Noel menegaskan bahwa pemerintah harus lebih peka terhadap tanda-tanda krisis agar tidak terjadi eskalasi besar yang mengancam stabilitas nasional. (Ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *