Musi Banyuasin, siasatnusantara.com – Ketimpangan perhatian Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kembali disoroti. Menurut Lekat Gonzales dan Rudi Hartono, keduanya tokoh pemuda setempat, pemda terlihat sangat sigap merespons isu minyak tradisional, namun lambat bahkan mengabaikan keluhan warga soal jalan rusak yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari, Jumat (12/6/2026).
Jalan-jalan utama di wilayah Terusan, Keban, Macang Sakti, dan Bintialo diketahui rusak parah, berlubang, becek, dan sulit dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan dikeluhkan warga, namun belum ada perbaikan nyata.
“Kami bertanya secara jujur mana yang lebih mendesak? Isu yang tidak setiap hari dirasakan, atau jalan yang dilewati rakyat setiap saat untuk beraktivitas, berdagang, dan mengantar anak sekolah,” tegas Lekat Gonzales.
Rudi Hartono menambahkan, Pemerintah harus adil. Jika satu masalah bisa ditangani dengan cepat.
“Mengapa masalah infrastruktur yang menyentuh jutaan rupiah kerugian ekonomi warga justru dibiarkan? Jangan sampai terlihat ada perlakuan pilih kasih,” ungkapnya.
Mereka mendesak Pemkab Muba segera menyusun jadwal dan anggaran perbaikan jalan tersebut, serta memberikan penjelasan resmi mengapa penanganannya jauh lebih lambat dibanding isu lainnya.
(*/LKM).











