Minahasa Utara, siasatnusantara.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Joune Ganda kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan daerah melalui agenda Transformasi Pendidikan yang dipusatkan pada penguatan literasi dan numerasi bagi tenaga pendidik. Program tersebut berlangsung selama lima hari dan melibatkan ratusan guru serta kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Minahasa Utara.
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara itu menitikberatkan pada pendekatan Perencanaan Berbasis Data (PBD), dengan memanfaatkan Rapor Pendidikan sebagai acuan dalam memetakan persoalan pendidikan di daerah. Pemerintah daerah menilai pendekatan tersebut penting untuk menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam meningkatkan kemampuan dasar siswa di bidang membaca, memahami, dan berhitung.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Setdakab Minahasa Utara, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan tidak lagi dapat dijalankan sekadar sebagai rutinitas administratif, melainkan harus berbasis evaluasi dan data lapangan. Pemerintah juga menilai peningkatan mutu pendidikan merupakan bagian penting dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah secara berkelanjutan.
Berdasarkan data panitia pelaksana, kegiatan tersebut diikuti sekitar 548 peserta yang terdiri dari guru TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Minahasa Utara. Selain unsur Dinas Pendidikan, forum itu turut menghadirkan sejumlah perangkat daerah seperti Bappeda, Inspektorat, hingga BKAD guna memastikan sinkronisasi antara program pendidikan, pengawasan penggunaan anggaran, serta dukungan pembiayaan daerah.
Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan bimbingan teknis merupakan tindak lanjut atas rekomendasi pemerintah pusat terkait masih perlunya penguatan kompetensi literasi dan numerasi di sejumlah daerah. Menurutnya, respons cepat Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menunjukkan adanya perhatian serius terhadap kualitas pendidikan.
Di sisi lain, pengamat kebijakan publik menilai keberhasilan program serupa nantinya akan sangat bergantung pada implementasi nyata di sekolah serta kesinambungan dukungan anggaran daerah. Sebab, transformasi pendidikan tidak hanya membutuhkan pelatihan, tetapi juga pengawasan, evaluasi berkala, dan pemerataan kualitas tenaga pendidik hingga ke wilayah terpencil.
Secara normatif, langkah Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pendidikan sebagai sektor strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Pendekatan berbasis data juga dianggap dapat meminimalisasi program yang tidak tepat sasaran serta meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran pendidikan daerah.
Program transformasi pendidikan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu menghasilkan perubahan nyata terhadap kualitas pembelajaran di ruang kelas, terutama dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, logika, dan pemecahan masalah peserta didik di Minahasa Utara.
(*/Yoksan salendah, C.Par., C.BJ
C.EJ., CPLA.).











