Kasatres Narkoba dan Kapolrestabes Medan Diduga Terkesan Pembiaraan Maraknya Peredaran Sabu-sabu

Medan, Siasatnusantara.com – Terlalu banyak sorotan dan polemik negatif hingga menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat akan kinerja Kasatres Narkoba dan Kapolrestabes Medan.

Ada anggapan dari masyarakat bahwa marak nya peredaran sabu-sabu di Kota Medan menimbulkan kesan pembiaran.

Grebek Sarang Narkoba (GSN) yang selama ini sangat gencar di laksanakan oleh Kapolrestabes Medan dan jajaran nya terkesan hanya menakut-nakuti dan memberitahukan kepada masyarakat Kota Medan, bahwa kami “ada dan perduli”.

Akibat dari tidak signifikan nya Grebek Sarang Narkoba(GSN) tersebut, kini menimbulkan Kartel dan Sarang sabu yang terselubung. Adanya kesan seperti di manjakan atau memang dugaan Kapokrestabes Medan tutup mata?

Masih segar akan pemberitaan Media Siasat Nusantara.com dan ingatan seluruh warga Jalan Pasar III, Jalan Datuk Lorong VII Tembung akan inisial Hendra Harahap dan Rahman Harahap.

Kedua nama tersebut diatas adalah aktor utama dalam membuat keresahan seluruh warga dengan aktifitas haram nya tanpa mengenal waktu.

“Kami warga Lorong Datuk VII meminta kepada Bapak Kasatres Narkoba dan Kapolrestabes Medan agar segera melakukan tindakan tegas kepada ke dua nama tersebut diatas.
Ada dugaan bahwa pihak Aparat Penegak Hukum (APH) telah melakukan pembiaran atau ada buah komando dalam aktifitas haram tersebut?,” tutur warga kepada awak media pada Hari Kamis (14/05/26).

Kami seluruh warga terheran-heran kenapa hingga lebih 3 (tiga) tahun ini inisialHendra Harahap dan Rahhman Harahap belum juga di tangkap?

“Dengan adanya aktifitas haram tersebit, ini akan menimbulkan dampak negatif bagi anak bangsa yang masih sekolah dan juga akan daerah kami rawan akan tingkat kejahatan” tegas warga lain nya kepada awak media yang tidak mau di sebutkan namanya.

Menanggapi keluhan warga sehubungan hingga kini yang diduga bandar sabu kedua nama tersebut diatas tak tersentuh hukum, sangat di sayangkan Kasatres Narkoba dan Kapolrestabes Medan bungkam seribu bahasa, Hari Jumat (15/05/26).

“Apabila ekornya tak bisa di bersihakan, maka kepalanya akan saya potong,” tegas Kapori.

(*/Pantun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *