Beranda Kabar Nusantara Tiga Bocah SD Bermain Air di Bendungan, 1 Tewas

Tiga Bocah SD Bermain Air di Bendungan, 1 Tewas

BERBAGI

SIASATNUSANTARA.COM-PONOROGO – Seorang bocah usia sekolah dasar ditemukan tewas mengambang di sebuah bendungan sungai di Ponorogo, Jawa Timur, Selasa sore (23/08).

Sementara dua bocah lain teman bermain korban selamat, meski keduanya sempat turut bermain air. Keduanya lekas naik ke daratan setelah beberapa saat berendam.

Korban tewas diketahui bernama Cakra Bhirawa (11 tahun), warga Desa Jenangan, Kecamatan Jenangan. Korban tercatat sebagai siswa kelas 5 sekolah dasar setempat.

Saksi mata di lokasi kejadian, Toni Ahmadi, menuturkan sore itu korban bermaksud berenang di Bendungan Sungai Bolu, yang tak jauh dari rumahnya.

Korban berangkat bersama dua teman sebayanya yang tinggal sekampung, Faisal dan seorang yang belum diketahui namanya, berjalan kali menuju lokasi.

BERITA LAINNYA:  Hadiri Open House Bupati Simalungun, dr Susanti Tegaskan Siantar-Simalungun Ibarat Telur Mata Sapi

“Iya, korban bersama dua teman seusianya menuju bendungan sungai itu untuk bermain air. Dimungkinkan korban tidak bisa berenang akhirnya tenggelam”, tutur Toni.

Awalnya Faisal dan seorang temannya lagi sempat turun ke air. Namun tidak berapa lama keduanya kembali naik ke daratan.

Korban langsung menyusul, untuk mencebur ke perairan bendungan sedalam kurang lebih 2 meter itu. Celakanya, ternyata korban tidak cakap berenang.

Kondisi korban sempat timbul tenggelam, melawan maut diantara kubangan air. Namun lantaran korban tidak sanggup menguasai, akhirnya tenggelam.

Kedua teman korban sebenarnya berusaha melakukan pertolongan. Dengan cara menggapai-gapai ke arah korban. Namun upaya pertolongan itu sia-sia, hingga tubuh korban ‘termakan’ air bendungan.

BERITA LAINNYA:  Polda Aceh Surati Kemenkominfo untuk Blokir Game Higgs Domino

Pencarian jasad korban dilakukan dengan cara membuka pintu air. Hingga debit air menurun, dan muncullah jasad korban mengambang.

Warga setempat langsung bergotong royong untuk mengevakuasinya. Evakuasi dilakukan dengan berenang untuk mengangkat jasad korban.

Petugas medis Puskesmas Jenangan dan petugas kepolisian setempat, langsung melakukan pemeriksaan atas jasad korban.

Hasil pemeriksaan, sementara polisi tidak menemukan adanya tanda tanda yang mencurigakan.

“Pihak keluarga korban juga sudah menerima sebagai musibah. Keluarga korban juga tidak bersedia dilakukan autopsi atas jasad korban”, jelas polisi.

Akhirnya pihak kepolisian menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarganya, untuk segera dimakamkan. (fin)

BERBAGI