Beranda Kabar Nusantara Wartawan Masak Disamakan Dengan Buruh

Wartawan Masak Disamakan Dengan Buruh

BERBAGI
SIASATNUSANTARA.COM-Satu Mei Kemarin, buruh sedunia  termasuk di Negeri ini, bukan di Negeri Mimpi ya, memperingati hari buruh.
Tapi aku dan awak redaksi tidak ikut memperingati hari buruh tersebut.
Karena aku dan kawan kawan.dijajaran redaksi  tidak merasa buruh.Tapi kami merasa bahwa kami adalah pekerja “Profesi”.Jadi aku sebagai jurnalis tidak mau dikatakan buruh.
Kalolah  ada  wartawan atau pers di katakan buruh, maka orang gobloklah kawan tuch.!
Aku sudah bilang pada awak awakku,di kota ini ,”(Kalo mereka pasti bilang kalo pers atau wartawan adalah buruh)”
Bahwa pekerja yang sipatnya profesi,, dan profesi terdapat tiga pekerjaan diantaranya yakni Dokter ,Pengacara dan Jurnalistik (wartawan) ,mereka masing masing mempunyai cara kerja sendiri sendiri , “tak usahlah aku kasih contoh”.Sebab orang tuch sudah tau sendiri apa yang aku maksud.
Lalu kemarin pada saat peringatan hari buruh yang jatuh pada tanggal 01 Mei  lalu, aku lihat ada kelompok panguyuban wartawan ikut serta ambil andil dalam memeringati hari buruh tersebut
Merekapun mengadakan orasi ,kayak seperti pejuang yang mengatakan ini itulah ,mereka bilang bahwa Wartawan yang ada di Indonesia ini ,belom layak dan dibawah standart.
“Klien sich boleh boleh saja melakukan orasi, asal jangan ada kepentingan atau mau unjuk gigi bahwa panguyuban tersebut peduli dengan lingkungan sendiri”
Yaik kucing sama klien,Kalau berpikiran seperti itu, dan enak Kali klien bilang kami ini “buruh” ,jangan klien samakan negeri ini yang berazaskan pancasila dengan negara lain ,karena disini ada azas mufakat Biar tau ajalah kalian pakcik.
Biarpun digaji besar disini,  pasti tak ada
cukupnya ,tapi kalo digaji kecil pun kebanyakan menjadi orang hebat,  kayak kawanku yang disana (Bukan mau  nyanjung dirinya ,tapi begitulah kenyataannya yang terjadi pak cik) !
Jadi awak jangan sok pahlawan ,tak sedap telingaku mendengarnya ,masak wartawan klien samakan dengan buruh. Jelas aku tak setuju dengan itu entah yang lainnya ,tak taulah aku.
Bagi panguyuban yang merasa  kena sentil Sorry ya kalo awak tak merasa senang dengan goresan aku ini.
Kenyataannya memang begitu.
Asal awak tau aja ya ,kapanlah negeri ini  akan maju ,,kalo.semua rakyat dari  bangsa ini menjadi buruh. Kita semuanya seharusnya menjadi Leader yang didapat menciptakan lapangan kerja ,supaya bangsa ini bisa makmur.
 Pengamat ekonomi di negeriku ini pernah  bilang , Kenapa Jakarta macet,itu karena buruh.Coba kalo semua jadi Leader tak mungkin ada kemacetan Maka dengan itulah insan jurnalistik tak layak di sebut dan dijadikan buruh.
Jurnalis atau Wartawan adalah sosok manusia yang sepatutnya bisa memperbaharui, mengubah keadaan bangsa ini menuju arah yang lebih positif.
Dan tak sampai kapanpun aku takkan setuju, dan menolak mentah mentah jika wartawan atau insan jurnalistik disebut buruh
Rubrik: Deni alias Chaca S
BERITA LAINNYA:  Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Amri Tambunan Bobrok , Tolak Pasien Bayi Prematur Tanpa Penanganan dan Tanpa Surat Rujukan Akhirnya Meninggal Dunia.
BERBAGI