Beranda SOSIAL BUDAYA GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA MENJABARKAN TRILOGI PEMBANGUAN JEMAAT (MTPJ) TANGGAL 27...

GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA MENJABARKAN TRILOGI PEMBANGUAN JEMAAT (MTPJ) TANGGAL 27 SAMPAI 02 APRIL 2022

BERBAGI

Siasatnusantara.com-Sonder-Minahasa-Sulawesi Utara
Tanggal 27 Maret 2022

KHOTBAH

MINGGU SENGSARA IV TANGGAL 27 MARET 2022
PEMBACAAN ALKITAB MARKUS 6 : 14-29

TEMA MINGGUAN : HINDARILAH DENDAM

OLEH.Pdt.MELANI PANGKEY –PUA S.TH,M.Psi
Pendeta Jemaat GMIM Nazaret Talikuran Wilayah Sonder 1

Bapak ibu saudara yang terkasih , Yohanes pembaptis adalah seorang tokoh yg dilahirkan pada masa usia lanjut ibunya Elisabet dan juga ayahnya Zakaria, seorang imam di Yudea. Dan dalam nubuatan para nabi, Yohanes adalah orang yg dikatakan akan membawa sukacita karena dialah yang dikatakan sebagai suara orang yang berseru di padang gurun untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus.

Ketika bertumbuh besar ia tidak memilih jalan hidup seperti ayahnya sebagai imam tapi dia memilih tinggal di padang gurun dengan makanan yang tidak biasa yaitu belalang dan madu hutan sebagai minumannya dan tidak mencukur rambut serta jenggotnya yg mau menggambarkan tentang kesederhanaan hidup tapi juga dia menyampai-nyampaikan seruan supaya umat bertobat dari jalannya yg salah dan mau kembali kepada Tuhan.

Karena pelayanannya sehingga banyak orang yang datang kepadanya, bertobat dan memberi diri mereka dibaptis.

Dalam pelayanannya Yohanes ini luar biasa, dia tidak memilih milih orang bahkan disaat diapun harus menegur atas kesalahan yang mereka buat dia tdk peduli apa jabatan orang itu, kalau memang orang itu salah maka ia akan mengkritik menegur, mengecam bahkan raja sekalipun tdk dia gentar untuk ditegurnya.
Seperti yang dilakukannya kepada Raja Herodes Antipas yang dikatakan bersalah sebab telah menikah dengan Herodias yang adalah istri dari saudaranya sendiri Herodes Filipus

Bapak ibu saudara yang terkasih, mungkin ada dalam pikiran kita kalau ini Herodes sama dengan Herodes yang waktu Tuhan Yesus lahir sangking takutnya ada raja baru maka ia memerintahkan untuk membunuh anak-anak laki-laki di bawah umur 2 tahun pada waktu itu.

BERITA LAINNYA:  Balon Walikota Pematang Siantar Horas Sianturi,S.H,M.Th, Pengusaha Proferty dan Pengacara Cahaya Keadilan

Bukan Herodes yang itu rupanya, Herodes itu namanya Herodes Agung seorang Raja yg dikatakan punya penyakit kejiwaan karena dg dp anak sandiri 4 org dia ada bunuh krn saki jiwa bahkan ada tulisan yg mengatakan bahwa lebih aman menjadi babu Herodes agung daripada jadi anaknya.

Nah ketiga anak laki-laki yang selamat dari kegilaannya ini adalah Herodes Antipas, Herodes Filipus dan Aristobulus.

Aristobulus ini kemudian menikah dan memiliki anak Herodias yg kelak menikah dg Herodes Filipus tapi kemudian akhirnya menikah lagi dg Herodes Antipas hanya krn dia melihat bahwa Herodes Filipus kuasanya lebih kecil dari Herodes antipas yg wktu itu memerintah di Yudea di Galilea, atau dg kata lain wanita ini adalah wanita yg hidup dalam ambisi yg tinggi.

Karena hal itulah sehingga Yohanes menegur Herodes Antipas dg berkata tidak layak kau mengambil istri saudaramu krn hal tersebut dalam hukum Yahudi dilarang krn mmg daerah pemerintahan Herodes Antipas ini ada di wilayah Yahudi yaitu Galilea berbeda dg hukum Romawi yg bebas bukanlah masalah hal spt itu.

Ketika Yohanes pembaptis menegur Yohanes mmg Yohanes agak galau tp dia sbnrnya tdk masalah krn dia tahu bahwa Yohanes ini adalah orang yg benar dan suci jadi tidak masalah lah bila harus ditegur tapi ternyata hal yg berbeda terjadi dgn ratunya Herodias, tegur pada suami nya tapi dia yang tersinggung bahkan bukan hanya sampai di tersinggung dia akhirnya sakit hati kemudian jadi dendam.

Memang secara kejiwaan atau psikologi ini perempuan sering dikatakan makhluk ber telinga tipis, tidak bisa dengar sesuatu yang menurut hati tidak enak langsung merah daun telinganya, entah itu hanya sekedar dengar atau kemudia dijadikan bahan perbincangan hangat dan akhirnya jadi viral.

Perempuan ini juga dikatakan adalah makhluk yg sensitif , punya perasaan halus, gampang sakit hati ketika ada orang yg buat kecewa ujungnya akan ada dendam (ja blg bagini, awas ngana e satu kali ta balas ngana, tunggu ngana e, nga kira cm ngana tu boleh beking, kt lei kwa boleh).

BERITA LAINNYA:  Seminar UMKM Di Kabupaten Batu Bara.Bane Raja Manalu: "Jadi Pengusaha Tidak Harus Banyak Modal"

Perasaan2 lebay yg negatif yang tidak pada tempatnya inilah yg dilakukan Herodias sehingga ujungnya dia dendam, punya keinginan membalas dalam hal ini dia menganggap Yohanes sudah bersalah padanya karena berani menegurnya.

Hingga pada akhirnya datang kesempatan yg baik dan ditunggu tunggu oleh Herodias untuk membalas sakit hatinya, melampiaskan dendamnya yaitu saat Salome anaknya diberi kesempatan untuk meminta apapun karena dia sudah menghibur raja dan kawan-kawannya pada saat mereka mengadakan pesta ulang tahun raja Herodes Antipas.

Kita lihat disini bahwa ibu dan anak sudah sekongkol dalam melakukan kejahatan untuk balas dendam, orang tua yg harusnya mengajarkan yang baik pada anaknya tapi justru sebaliknya, dia mempergunakan anaknya sebagai alat untuk meminta kepala Yohanes pembaptis.
Dan kita melihat ini Raja Heroses Antipas, hanya karena malu di depan kawan-kawannya karena sudah bersumpah akan memberikan apa saja yg diminta Salome bahkan setengah kerajaannya sekalipun akan diberikannya. Tanpa dia menyadari kalau suasana hatinya yg senang karena tarian erotis yang tidak senonoh yang dilakukan Salome akhirnya harus mengorbankan nyawa orang yang sangat di hargainya, dihormatinya.

Herodes sekali lagi tidak pernah berniat membunuh Yohanes pembaptis karena dia menganggap Yohanes adalah orang yang benar dan suci, memang dia kesal dengan Yohanes tapi dia berusaha mengirim Yohanes ke penjara yg jauh jaraknya di Berea supaya Herodias jangan smpai ada keinginan untuk melenyapkan Yohanes.
Aplikasi

Bapak ibu saudara yang dikasihi Tuhan, Firman Tuhan bagi kita di sepanjang minggu yang berjalan ini berdasarkan bacaan Alkitab adalah ternyata menjadi orang baik adalah suatu pilihan, kita semua dilahirkan pada dasarnya adalah orang baik namun karena lingkungan dan pergaulan kita. Adalah pilihan apakah kita mau mendengarkan suara hati kita atau tidak, adalah pilihan bagi kita untuk berani atau tidak menyuarakan kebenaran atau tidak.
Juga adalah sebuah pilihan bagi kita apakah disaat melakukan kesalahan kita mau bertobat dan memperbaiki diri atau tetap mau menceburkan diri dalam perbuatan dosa.

BERITA LAINNYA:  KKB Kembali Berulah, Kali Ini Bakar Bangunan Milik PT MTT di Kabupaten Puncak, Papua

Apakah kita mau menjadi seperti Yohanes Pembaptis yang adalah tokoh yang punya keteguhan hati dan kebenaran moral untuk menegur yang salah walaupun resikonya hidupnya harus berakhir dengan tragis.
Atau apakah kita akan jadi seperti Herodes Antipas yang tidak punya pendirian, awalnya begitu terkagum-kagum dengan pengajaran Yohanes tapi karena tidak sanggup menghindari rasa malu dihadapan kawan-kawannya atas janji yang diucapkannya akhirnya tega mengorbankan nyawa orang yang suci dan benar.
Atau apakah kita mau jadi seperti Herodias yang punya ambisi tinggi, yang tidak mau menerima teguran sebagai sesuatu yang positif, tapi justru karena menanggap dia ini ratu maka dia merasa diri paling benar, sehingga sakit hati karena teguran Yohanes yang beubah kemudian jadi dendam.

Karena itu jemaat yang kekasih di minggu sengsara yang ke 4 ini, tema kita adalah hindarilah dendam karena dendam tidak ada gunanya, dendam adalah penyakit hati yang justru akan membuat kita menderita tidak hanya secara jiwa tapi juga bisa mengakibatkan penyakit fisik, torang mudah curiga pada orang lain, bisa menyebabkan sakit jantung sakit maag ,sakit kepala, stroke bahkan cepat menjadi jadi tua.

Berpikiranlah positif saat ditegur, lepaskanlah pengampunan bagi mereka yang sudah menyakiti kita dan teladanilah Yesus Kristus yang tidak bersalah dijadikan bersalah, sengsara, mati di kayu salib untuk selamat kita. Amin

BERBAGI