Aset Berharga Diduga Terkesan Diabaikan, Kondisi Sekayu Water Front Taman Wisata Keluarga di Muba Dinilai Sangat Prihatinkan

Musi Banyuasin, siasatnusantara.com – Sebagai salah satu aset daerah dan andalan tempat rekreasi warga, kondisi kawasan Sekayu Water Front yang seharusnya menjadi kebanggaan dan tempat bersantai liburan keluarga, kini dinilai sangat memprihatinkan. Berdasarkan pantauan dilapangan, aset pemerintah kabupaten Muba ini diduga kuat terkesan diabaikan dan kurang mendapatkan perhatian serta pemeliharaan yang layak dari pihak berwenang, Jumat (22/5/2026).

Sekayu Water Front dulunya dikenal dengan sebutan nama (Kirab Remaja), Taman tersebut salah satu favorit warga, tidak hanya dari Sekayu saja, tapi juga dari berbagai kecamatan lain untuk menghabiskan waktu luang, berolahraga, atau sekedar menikmati pemandangan tepian sungai Musi bersama keluarga. Namun, kondisi yang ada saat ini jauh dari kata layak dan tertata.

Banyak fasilitas umum yang rusak dan tidak berfungsi, taman yang tidak terawat, pagar pembatas tebing hampir roboh, tata lampu penerangan mati atau tidak menyala, WC umum yang kotor dan berbau dan masih banyak fasilitas lainnya diduga rusak dan tidak enak dipandang mata. Hal ini membuat suasana tempat wisata yang seharusnya indah dan nyaman, kini terlihat kumuh kotor dan kurang aman untuk dikunjungi terutama oleh anak – anak.

“Sangat disayangkan sekali, padahal ini aset daerah yang bagus, lokasinya strategis, tapi kondisinya begini saja di biarkan rasanya seperti diabaikan. Dulu kami sering bawa anak – anak kesini liburan, sekarang kami jadi ragu karena fasilitasnya banyak yang rusak, kotor, dan tidak enak dipandang, padahal perawatannya tidak seberapa di banding manfaatnya bagi masyarakat,” ungkap salah satu warga, Rian, yang melintas disana.

Masyarakat menilai, pembangunan menuju Muba maju lebih cepat tidak hanya harus terlihat pada gedung – gedung besar atau jalan raya saja, tetapi juga harus tercermin dari bagaimana aset – aset publik dan tempat wisata rakyat dirawat dan dijaga keindahannya. Kondisi Sekayu Water Front yang memprihatinkan ini dinilai bertolak belakang dengan visi kemajuan Muba yang sering digaungkan.

“Tempat ini adalah wajah Sekayu kota, kalau wajahnya saja di biarkan rusak dan kotor seperti ini, apa artinya kemajuan yang sering di bicarakan?, kami berharap ini bukan sekadar di jadikan pajangan semata, tapi ada penanganan serius dari Pemda agar tempat ini kembali nyaman dan layak dikunjungi keluarga,” tambah seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini di rilis, belum ada langkah nyata atau perbaikan besar yang dilakukan dilokasi tersebut. Masyarakat berharap dinas terkait dan pemerintah daerah segera meninjau ulang, memperbaiki fasilitas, dan melakukan pemeliharaan rutin, agar aset berharga ini tidak terus terabaikan dan kembali menjadi destinasi wisata keluarga yang indah dan membanggakan kota Sekayu.

(*/LKM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *