Momen Idul Adha jadi Perbincangan, Warga Kurang Mampu Hanya Bisa Saksikan Diduga Ambil Daging Kurban di Masjid Wajib Miliki Kupon

Musi Banyuasin, siasatnusantara.com – Perayaan Hari Raya Idul Adha atau yang akrab disebut hari raya kurban, tahun ini dan sebelumnya menjadi sorotan utama dan hangat diperbincangkan oleh warga masyarakat yang tinggal di Kota Sekayu Kabupaten Muba. kamis (28/5/2026).

Di balik suasana suka cita dan ibadah, terdapat sisi lain yang menyita perhatian, dimana warga yang tergolong Kurang Mampu atau warga miskin mengaku hanya bisa melihat dan menyaksikan pembagian daging kurban, namun tidak dapat ikut menerima bagiannya.

Pembicaraan ini mencuat setelah beredar informasi di tengah masyarakat bahwa dalam proses pembagian daging kurban di sejumlah masjid di kota Sekayu, terdapat ketentuan yang diduga mewajibkan warga untuk memiliki “kupon” atau surat tanda terima agar bisa mendapatkan jatah daging. Akibat aturan yang di maksud, banyak warga dari kalangan ekonomi lemah yang merasa tersisihkan.

“Saya hanya bisa melihat dari jauh saja. Padahal sudah berharap bisa mendapat sedikit daging untuk dimakan bersama anak-anak di rumah,” ujar salah seorang warga yang mengaku kurang mampu, saat ditemui di sekitar lokasi pembagian masjid.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah warga lainnya. Mereka berharap, pihak kepemerintahan kecamatan serta dinas yang terkait agar tahun depan pengambilan daging kurban di masjid -masjid wilayah kota Sekayu di pertimbangkan, tidak benar adanya pengambilan daging kurban harus miliki kupon.

Daging kurban yang sejatinya ibadah sosial dan bertujuan untuk berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan, bukan undian. Sebab menurut pandangan masyarakat luas, tujuan utama penyembelihan hewan kurban adalah agar makanan tersebut dapat dinikmati oleh kalangan fakir miskin dan orang yang tidak mampu.

Hingga berita ditayangkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengurus masjid-masjid wilayah kota Sekayu atau panitia kurban terkait kebijakan penggunaan kupon tersebut.

Warga Sekayu kota berharap semoga tahun depan pengambilan daging kurban tidak harus miliki kupon seperti undian, agar nilai ibadah berbagi di hari raya kurban ini dapat dirasakan keberkahannya oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

(*/LKM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *