Koalisi Gabungan Elemen Muba Sangat Menyayangkan Dugaan Mafia Minyak Enggan Suarakan Kerusakan Jalan

Musi Banyuasin, siasatnusantara.com – Gabungan organisasi yang terdiri dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (Ormas), awak pers, dan perwakilan mahasiswa (Muba), ketua orasi aksi demo pada hari Senin (25/5/2026), mengeluarkan pernyataan sikap yang sangat menyayangkan dugaan kuat bahwa Mapia minyak di Muba enggan atau tidak ingin berpartisipasi dalam menyuarakan permasalahan kerusakan jalan yang terjadi di berbagai wilayah kabupaten Muba.

Pernyataan ini di sampaikan dengan liputan awak media Rabu (27/5/2026), sebagai bentuk keprihatinan bersama atas kondisi infrastruktur jalan yang dinilai semakin memprihatinkan, namun belum mendapatkan perhatian atau dukungan suara yang cukup dari seluruh pihak yang seharusnya peduli terhadap kemajuan daerah.

Dalam keterangan nya, juru bicara koalisi menyatakan, keberadaan Mapia minyak di wilayah ini sangat berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, elemen masyarakat berharap Mapia minyak juga turut ambil bagian menyuarakan atau berpartisipasi atas banyak keluhan warga terkait rusaknya akses jalan yang menggangu kenyamanan serta keselamatan berlalu lintas.

“Saya bersama gabungan seluruh elemen di Muba, sangat menyayangkan dan kecewa. Karena, saat aksi demo hari Senin (25/5/2026) di desa beruge berdasarkan pantauan diduga kuat Mapia minyak justru tidak ingin berpartisipasi atau angkat suara menyikapi kerusakan jalan yang sudah lama di Keluhkan masyarakat Muba. Padahal, jalan yang rusak ini juga berdampak langsung pada kelancaran aktivitas kegiatan di sektor mereka,” ujar perwakilan koalisi (LG), Rabu (27/5/2026).

Koalisi ini menilai isu kerusakan jalan adalah masalah bersama yang harus disuarakan dan diperjuangkan oleh seluruh elemen, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat sipil. Ketidakterlibatan atau ketidakpedulian dari pihak yang diduga memiliki pengaruh besar di daerah ini dinilai merugikan kepentingan masyarakat luas.

Kerusakan Jalan penghubung desa ini memang menjadi sorotan tajam. Warga mengeluhkan jalan berlubang, amblas, dan rusak parah yang belum mendapatkan penanganan tuntas, padahal wilayah ini merupakan salah satu lumbung minyak bumi dan pusat sektor utama aktivitas angkutan minyak di Muba.

Koalisi gabungan ini meminta agar Mapia minyak meninjau kembali sikap tersebut dan mau bersinergi dengan elemen masyarakat lainnya untuk sama-sama mendesak perbaikan infrastruktur. Koalisi juga menegaskan akan terus mengawal permasalahan ini hingga ada solusi nyata demi kesejahteraan dan kelancaran aktivitas seluruh warga kabupaten Musi Banyuasin.

(*/LKM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *