Ada Asusila Guru Terhadap Murid di SMKN 3 Kota Bekasi, Tomu U Silaen; Dunia Pendidikan Sedang Darurat Kekerasan Seksual

Siasatnusantara.com – Bekasi Kota || Dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang dilakukan seorang guru terhadap muridnya di sekolah menengah atas di Bekasi Kota mencerminkan bahwa “dunia pendidikan sedang darurat kekerasan seksual”.

Pelecehan seksual oleh oknum guru SMKN 3 kota bekasi ber Inisial (NN) terhadap siswi kelas X inisial (Slf) menjadi momok pembicaraan di kota bekasi. Rabu,(19/03/2025)

Atas hal tersebut, Ketua Umum LSM Pencegahan Korupsi Anggaran Pemerintah Republik Indonesia (PKAP -RI) Tomu U Silaen menyebutnya sebagai “darurat“ karena tindakan kekerasan seksual anak di satuan pendidikan masih saja terus berulang dengan tren dan meningkat.

Hal ini diperparah dengan adanya sanksi terhadap pelaku yang rendah sehingga tidak menimbulkan efek jera.

“Ini sudah darurat, Antisipasi pencegahan dan penanganannya harus secara luar biasa karena ini sudah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) bagi kami,” Ucap Tomu U Silaen saat dihubungi Siasatnusantara.com, Sabtu (22/03/25).

Sambungnya lagi, Korban kekerasan seksual yang terjadi di satuan pendidikan merupakan hal cepat yang dapat dilakukan oleh guru terhadap murid karena guru sehari hari berhubungan dengan muridnya dan guru nakal akan melihat siapa siswa yang menarik baginya.

Tingginya kasus kekerasan seksual di dunia pendidikan, menurut Tomu U Silaen disebabkan oleh relasi kuasa antara guru dan murid yang tidak seimbang ditambah lemahnya pengawasan sekolah.

Atas kejadian tersebut, Redaksi Siasat Nusantara telah menghubungi Kepala Sekolah pelaku (Kurniawan) yang kini telah mendapat laporan dari orang tua murid selama dua hari berturut turut yaitu kamis, (20/03) dan jumat, (21/03).

“Korban melalui orangtua sdh melaporkan ke sekolah, dan langsung kita proses dan jika memang apa yang dilaporkan adalah benar apa adanya, maka kita tidak akan segan2 menindak guru ybs dengan hukuman yang tegas. Terkait apakah keluarga korban melaporkan ke kepolisian/tdk kami blm dpt informasi apapun,” Pungkas Kurniawan kepala sekolah

Atas laporan tersebut pihak sekolah langsung melakukan kunjungan kerumah korban dengan tujuan melakukan komunikasi terus secara intensif dengan orangtua, dan berusaha sebisa mungkin tidak merepotkan orangtua.

“Pada dasarnya kita berkomunikasi terus secara intensif dengan orangtua, dan berusaha sebisa mungkin tidak merepotkan orangtua,” Pungkas Kepala sekolah Kurniawan. Sabtu, (22/03/2025)

Bagi media kepala sekolah kurniawan juga berharap meminta kepada media ikut hadir senin, (24/03) untuk menyaksikan tindakan apa yang harus dilakukan terhadap guru yang telah melakukan pelecehan seksual tersebut. (Red)

Bersambung…!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *