Sragi, siasatnusantara.com – Malam Tirakatan di Ringinpitu, RT.002/RW.007 Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, merupakan wahana refleksi diri memaknai Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. Tradisi perayaan HUT RI ini sudah ada sejak sejak masa
Pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sabtu (16/08/2025) malam.
Malam tirakatan hakikatnya adalah soal perenungan, untuk menjadi yang lebih baik lagi di kemudian hari.
Malam tirakatan juga dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia.
Berkat hal tersebut, saat ini masyarakat dapat berkumpul dan bercengkerama. Selain mensyukuri kemerdekaan, tirakatan juga dimaknai sebagai momen untuk mendoakan para tokoh pahlawan yang gugur di masa sebelum hingga kemerdekaan.
Tradisi unik 17 Agustus ini juga digunakan sebagai ajang silaturahmi bagi seluruh warga. Malam tirakatan 17 Agustus bisa dimaknai sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia dari para penjajah. Salah satu tradisi yang kerap dilakukan adalah tirakat, tradisi ini dilaksanakan pada 16 Agustus malam.
Dengan perjuangan dan pengorbanan besar dari para pahlawan, rakyat Indonesia berhasil meraih kemerdekaan. Sebagai bentuk syukur dan kebahagiaan, HUT RI selalu dirayakan setiap tahunnya.
Acara ini biasanya di hadiri oleh Pejabat Desa, Mantan Kepala Desa, para Sesepuh Desa serta seluruh warga setempat.
Malam tirakatan 17 Agustus adalah waktu yang tepat untuk mengenang sejarah panjang perjuangan para Pahlawan Bangsa kita, yang dengan semangat dan rela berkorban membawa kita meraih Kemerdekaan.
Momen ini mengajarkan kita untuk tetap bersyukur atas keberhasilan yang kita capai sebagai bangsa merdeka.Semangat kemerdekaan bukanlah hanya sekedar kata-kata, akan tetapi merupakan komitmen untuk terus membangun negeri ini dengan tangan-tangan yang kerja keras dan pikiran yang cerdas.
(*/Yohanes).











