Belitung, siasatnusantara.com – Tim Sepak Takraw Kabupaten Belitung yang dilatih Petugas Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Ari Purwaji berhasil raih medali Perunggu dalam Kejuaraan Provinsi Sepak Takraw Piala Bupati Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Senin (24/11/2025).
Ajang yang diselenggarakan oleh Persatuan Sepak Takraw Indonesia (Pengprov PSTI) Bangka Belitung ini digelar dari tanggal 23 – 24 November 2025 di Gedung Olah Raga Abu Hanifah, Bangka Tengah.
Kontingen asal Negeri Laskar Pelangi yang dinahkodai oleh Ari Purwaji diperkuat 6 atlet putra, didampingi 1 pelatih dan 1 official dengan total 8 orang.
“Ajang memperebutkan Piala Bupati Bangka Tengah ini menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 mendatang. Ia berharap ajang ini dapat melahirkan atlet-atlet berpotensi untuk masa depan,” ujarnya.
Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa Kejurda tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya. Setiap tim diwajibkan mematuhi aturan pertandingan yang telah ditetapkan oleh Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) serta menjalankan protokol pelaksanaan kegiatan secara tertib dan aman.
Antusiasme masyarakat tampak dari banyaknya penonton yang hadir untuk memberikan dukungan. Selain sebagai tontonan olahraga, Kejurda ini diharapkan mampu menjadi sarana mempererat hubungan antar-daerah sekaligus mempopulerkan kembali olahraga tradisional khas Asia Tenggara tersebut.
Juara pertama di Nomor Inter Regu Tim Sepak Takraw Putra diraih oleh Kota Pangkalpinang, Bangka Tengah berada pada peringkat kedua, dan Kabupaten Belitung berada pada peringkat ketiga.
“Sedangkan untuk Tim Sepak Takraw Putri, Bangka Tengah berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan tim dari Kabupaten Bangka, dan Bangka Barat menempati posisi ketiga,” terang Ari Purwaji.
Sementara itu dalam kesempatan lain, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjungpandan Royhan Al Faisal menyampaikan dukungan penuh terhadap aktivitas Pegawai di luar jam kerja yang bersifat positif.
“Agar kegiatan positif tersebut dapat dilakukan secara teratur, terencana, dan tetap menjaga nama baik institusi. Pimpinan menegaskan bahwa kantor akan selalu memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan moral bagi pegawai untuk mengembangkan potensi diri melalui aktivitas nonformal yang bermanfaat,” pesan Royhan Al Faisal
Kontributor Berita: Humas Lapas Kelas IIB Tanjungpandan.
(*/Red/Luise).











