Sangihe, siasatnusantara.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 1301/Sangihe secara aktif menggelar pasar pangan murah sinergitas antara TNI dan BULOG. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat kebersamaan. Kamis (14/08/2025).
Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok, terutama beras, dengan harga yang lebih terjangkau. Pasar Pangan Murah ini dilaksanakan sejak Senin, 12 Agustus – Rabu, 13 Agustus 2025, bertempat di Boulevard Tahuna, Kelurahan Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Sangihe.
Total pasokan beras SPHP sebanyak 400 Karun Beras 5 Kg dengan harga pasaran setiap karung Rp57.500.
Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi. Nazarudin, S.T., M.I.P. Menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan terhadap tingginya harga kebutuhan pokok di pasaran.
Sinergitas antara Kodim 1301/Sangihe dengan Bulog Sangihe memungkinkan penyediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual
dengan harga khusus, jauh di bawah
harga pasaran umum serta menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
“Penyaluran beras SPHP dalam program Pasar Pangan Murah Kodim 1301/Sangihe dilakukan secara terstruktur. Pendataan yang luar biasa kepada pembeli untuk memastikan semua masyarakat mendapatkan kesempatan berbelanja serta bantuan pangan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar benar membutuhkan. Pendekatan personal ini juga membangun kedekatan antara TNI dengan masyarakat sesuai dengan semangat kemanunggalan,” ungkap Dandim.
Program ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah guncangan inflasi pangan nasional, sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, bisa meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok. Harapan kami, langkah ini dapat membantu menjaga daya beli dan mengantisipasi lonjakan harga beras di pasaran,” tutup Dandim Nazarudin.
(*/AL).











