Belitung, siasatnusantara.com – Sebanyak 33 siswa-siswi SMA Negeri 2 Tanjungpandan melaksanakan kunjungan edukatif ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan, Senin (9/2/2026).
Kegiatan bertempat di Aula Depati Rahat ini menjadi bagian dari penguatan pemahaman mata pelajaran Sosiologi, dengan menghadirkan dialog interaktif bersama Warga Binaan serta pemaparan materi tentang tugas dan fungsi pemasyarakatan oleh Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Trio Sandra Wijaya.
Kunjungan tersebut bertujuan memberikan gambaran nyata kepada para siswa mengenai dinamika sosial di dalam Lembaga Pemasyarakatan, proses pembinaan, hingga upaya reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat.
Dalam kesempatan lain, Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menegaskan bahwa Lapas bukan semata tempat menjalani pidana, melainkan ruang pembinaan dan perubahan perilaku.
“Kami menyambut baik kunjungan edukatif ini sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada generasi muda. Lapas hari ini berorientasi pada pembinaan, bukan sekadar penghukuman. Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa memahami bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Royhan.
Dalam sesi dialog, para siswa berkesempatan mendengarkan langsung pengalaman Warga Binaan yang berbagi cerita tentang latar belakang sosial, faktor lingkungan, pergaulan, hingga proses refleksi diri selama menjalani masa pidana.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan sejumlah siswa mengajukan pertanyaan kritis terkait penyebab terjadinya penyimpangan sosial, dampak stigma masyarakat, serta tantangan reintegrasi setelah bebas.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Trio Sandra Wijaya, memaparkan secara komprehensif mengenai tugas dan fungsi Lapas sesuai sistem pemasyarakatan. Ia menjelaskan bahwa pembinaan dilakukan melalui pendekatan terstruktur, mulai dari registrasi, asesmen kebutuhan, program pembinaan kepribadian seperti pembinaan mental dan spiritual, hingga pelatihan keterampilan sebagai bekal reintegrasi sosial.
“Pemasyarakatan memiliki tujuan utama mengembalikan Warga Binaan menjadi manusia yang sadar akan kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana. Reintegrasi sosial menjadi fokus kami, agar mereka dapat kembali diterima dan berfungsi secara sosial di masyarakat,” jelas Trio.
Guru Sosiologi SMA Negeri 2 Tanjungpandan, Novika, menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar langsung di lingkungan Lapas.
“Pembelajaran di kelas seringkali bersifat konseptual. Melalui kunjungan ini, siswa dapat melihat langsung realitas sosial yang selama ini mereka pelajari dalam teori. Ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna, membangun empati, sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang penyimpangan sosial dan proses reintegrasi,” ungkap Novika.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata sebagai bentuk apresiasi atas sinergi antara dunia pendidikan dan institusi pemasyarakatan.
Melalui kunjungan edukatif ini, Lapas Kelas IIB Tanjungpandan menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang terbuka dan edukatif, sekaligus menjadi ruang pembelajaran sosial yang nyata bagi generasi muda dalam memahami dinamika kehidupan bermasyarakat secara lebih komprehensif.
Kontributor Berita: Humas Lapas Tanjungpandan
(*/Luise).











