Membanggakan, Kepsek dan 2 Guru SDN 10 Mentok Resmi Sandang Gelar Magister Pendidikan

Petaling, Bangka, siasatnusantara.com – Kepala Sekolah (Kepsek) dan 2 orang guru SDN 10 Mentok resmi menyandang gelar magister pendidikan Islam usai yudisium ke XIV Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Selasa (25/112025) bertepatan dengan peringatan hari guru di gedung terpadu IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.

Yudisium kali ini diikuti oleh 34 mahasiswa program Pascasarjana, yakni dari program studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) berjumlah 26 orang dan dari program studi Magister Ekonomi Syari’ah (MES) berjumlah 8 orang, yang mengangkat tema “menggapai masa yang gemilang sebagai magister yang unggul, berakhlak mulia, dan kreatif.”

Kegiatan ini dimulai pukul 8.00 WIB sampai dengan selesai berjalan dengan hikmat. Para peserta yudisium didampingi oleh pendamping masing-masing tampak tersenyum bahagia dan gembira yang tiada terkira (sumringah).

Pembukaan diawali sambutan dari direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Hadarah, M.Ag yang mengajak para peserta bahwa jangan puas dengan 2 hal, jangan pernah merasa cukup dan jangan pernah merasa puas dengan ilmu.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka yudisium, Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. Irawan, MSI. Beliau menyampaikan bahwa seorang yang menuntut ilmu ibarat orang sedang berjuang di jalan Allah (mujahid).

Beliau juga menyampaikan bersamaan dengan peringatan hari guru, “bahwa guru adalah madrasah bagi para penuntut ilmu. Oleh karena itu berbanggalah yang menjadi guru dan saat ini di yudisium”

Selanjutnya kepsek SDN 10 Mentok, Isriyanto di sela-sela yudisium terlihat tersenyum bangga, karena bersamaan juga di sekolah tempat ia bertugas ada 2 guru yang ikut di yudisium.

“Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah kami, peroleh SDM magister pendidikan. Setidaknya ke depan kita telah memiliki kekuatan untuk sebuah kebanggaan,” terang Isriyanto kepsek SDN 10 Mentok.

BACA JUGA:  Turut Berbelasungkawa, Asri Ludin Tambunan Melayat ke Rumah Duka Almarhumah Samini

Beliau juga menuturkan, bahwa saya dan 2 guru, yakni Suryan dan Septi Dewi Anggraini memenuhi atau menunaikan bagian dari pengembangan diri dan peningkatan kapabilitas diri sebagai pendidik agar memiliki kecakapan lebih kedepannya, pukas Isri.

Yudisium diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sebuah kegiatan dan kebahagiaan.

(*/Belva).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *