Farmers Field Day Sangihe: TNI dan Petani Bersatu Wujudkan Ketahanan Pangan Daerah

Sangihe, Siasatnusantara.com – Semangat gotong royong kembali menggema di Kampung Miulu, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Sangihe. Pada Kamis (13/11/2025), halaman Balai Benih Kampung Miulu dipenuhi keceriaan para petani, aparat TNI, dan pemerintah daerah dalam kegiatan Farmers Field Day (FFD) sekaligus panen cabai varietas Juwita-25 yang digagas oleh Kelompok Tani (Poktan) Karya Sejati.

Sejak pagi, tawa dan semangat para peserta menyatu di tengah hamparan tanaman cabai merah yang siap dipetik. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Plh. Danramil 1301-08/Tabteng, Pelda Hendrik Rampisela, yang turut memimpin kegiatan, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para petani.

“Kegiatan ini memperlihatkan bahwa TNI dan rakyat selalu bersama dalam menjaga ketahanan pangan. Kami siap terus mendampingi petani agar semakin maju dan sejahtera,” ujar Rampisela penuh semangat.

Sementara itu, Dandim 1301/Sangihe, Letkol Czi Nazarudin, S.T., M.I.P., berharap momentum FFD dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus berinovasi dalam bidang pertanian.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi pemicu semangat bagi petani untuk terus berinovasi dan menghasilkan produk unggul,” tutur Dandim Nazarudin.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sangihe, Natingkaseh, menambahkan pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan dan pemahaman konsep tanah sehat agar produktivitas pertanian meningkat tanpa merusak ekosistem.

“Dengan memahami kesehatan tanah, petani dapat meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Selain panen bersama, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi, doa bersama, sesi foto, dan pembagian door prize yang menambah kehangatan suasana. Kegiatan berakhir menjelang siang dengan penuh keakraban dan semangat kekeluargaan.

Kebersamaan antara TNI, pemerintah, dan petani di Kampung Miulu menjadi bukti bahwa gotong royong adalah kunci utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan di daerah perbatasan.

(Al/Wawu Elis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *