Belitung, siasatnusantara.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan penyerahan Remisi Khusus (RK) bagi Narapidana, Pengurangan Masa Pidana Khusus (PMPK) bagi Anak Binaan, serta penyerahan Piagam Penghargaan Mitra Kerja kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Sabtu (21/3).
Kegiatan yang berlangsung khidmat di lapangan dalam Lapas tersebut diikuti oleh seluruh warga binaan dan petugas. Hadir sebagai khatib dan imam Shalat Id, Absarihim dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 187 warga binaan menerima Remisi Khusus Idul Fitri 1447 H. Dari jumlah tersebut, satu orang Narapidana langsung dinyatakan bebas murni pada hari yang sama. Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Royhan Al Faisal.
Royhan Al Faisal menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
“Remisi ini adalah wujud nyata apresiasi negara kepada warga binaan yang telah mengikuti pembinaan dengan baik dan menunjukkan sikap disiplin serta berkelakuan baik. Kami berharap momentum Idul Fitri ini menjadi titik balik untuk terus memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Royhan.
Selain penyerahan remisi, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian Piagam Penghargaan Mitra Kerja dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan dukungan dalam pembinaan keagamaan warga binaan.
Mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Absarihim menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan serta komitmen untuk terus bersinergi dalam pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kerja sama dan kontribusi dalam pembinaan mental spiritual warga binaan. Kami percaya bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesiapan mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga binaan yang mendapatkan kebebasan murni pada hari tersebut, berinisial TM, mengungkapkan rasa syukur dan haru atas kesempatan yang diterimanya.
“Saya sangat bersyukur bisa kembali berkumpul dengan keluarga di hari yang suci ini. Terima kasih kepada pihak Lapas yang telah membina saya selama ini. Ini menjadi awal baru bagi saya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” tutur TM dengan penuh haru.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan penyerahan remisi ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Tanjungpandan dalam mendukung proses pembinaan yang humanis, serta memberikan hak-hak warga binaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sumber: Kontributor Berita Humas Lapas Tanjung Pandan.
(*/Luise).











